Kamis, 25 Oktober 2012

alat ukur kerja bangku


BAB III
ALAT UKUR
Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda kerja. Pada praktek kerja bangku, peran alat ukur amatlah sangat penting. Alat ukur sangat dibutuhkan untuk membuat atau memproduksi barang industri yang sesuai dengan ukuran spesifikasinya, berikut macam – macam alat ukur :
1.      Mistar
2.      Jangka Sorong
3.      Mikrometer
1.      Mistar
Mistar adalah perkakas yang dibuat dari baja stenlis yang bertujuan agar lebih mudah pada saat menarik garis – garis lurus diatas permukaan benda kerja.
Berikut adalah macam – macam mistar baja :
a.      Mistar Baja
Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja atau besi tipis dan mempunyai panjang yang berbeda – beda dimulai dari panjang 30 cm, 60 cm sampai 1 meter

Gambar. Mistar Baja


b.      Mistar Lipat atau Meteran Lipat
Meteran ini biasanya terbuat dari bahan alumunium atau baja. Dilihat dari segi kontruksinya sebelumnya merupakan gabungan dari mistar baja dengan sambungan engsel dan ketidaktirusan garis sewaktu melakukan pengukuran, maka meteran ini tidak akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mistar baja yang biasa
Gambar. Mistar Lipat
c.       Mistar Siku
Miastar Siku adalah alat ukur mistar yang terbuat dari baja namun membentuk sudut siku – siku, mistar ini kebanyakan dipakai oleh para pengrajin kayu
Gambar. Mistar siku

d.      Mistar Gulung
mistar ini memungkinkan untuk digunakan dalam pengukuran lurus,  mistar ini mempunyai kemampuan untuk mengukur benda kerja yang panjang dan tidak dapat dijangkau oleh mistar yang lainya, mistar ini mempunyai kapasitas panjang hingga 10 meter bahkan lebih.
Gambar. Mistar gulung




2.      Jangka Sorong
Jangka Sorong adalah alat ukur yang mempunyai ketelitian ukur hingga seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, yang pertama bagian diam dan yang kedua bagian penggerak. 
Jangka sorong dsebut juga dengan nama nama seperti : mistar sorong, mistar ingsut, farnier caliper dll. Dalam bengkel kerja bangku digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, panjang dan lebar serta kedalaman suatu lubang pada benda kerja. Dalam lembaran informasi ini dibicarakan salaj satu jenis dari mistar sorong yang paling umum digunakan seperti yang terlihat dalam gambar dibawah ini.
Description: F:\jangka soorong.jpg
Gambar. Jangka sorong

Jangka sorong ini memiliki ketelitian pengukuran bermacam – macam yakni diantaranya : 0.05 mm, 0.02 mm.
Description: F:\images (2).jpg
Gambar. Ketelitian jangka sorong 0.05 mm

0.02 mmDescription: F:\contoh.jpg
Gambar. ketelitian jangka sorong 0.02


Jangka Sorong merupakan alat yang digunakan untuk mengukur panjang benda yang ketelitian bisa mencapai 0.01 cm atau 0.1 mm. Dalam Jangka Sorong ini ada 2 skala yaitu Skala Utama dan Skala Nonius. Dalam pengukuran menggunakan Jangka Sorong Rahang Sorong digeser mengikuti panjang benda. Pada Skala Utama akan kelihatan pengukurannya Lalu pada skala noniusnya akan ada 1 garis yang berhimpit antara Skala utama dan skala Nonius. Dan penjumlahan Skala Utama + Skala Nonius merupakan hasil pengukuran Jangka Sorong. Perhatikan gambar berikut sebagai contoh!

Description: http://1.bp.blogspot.com/-PqlxPlDGknM/UCKHv3wOMAI/AAAAAAAAABE/N5rNCGIYRvU/s320/jangka.jpg
Gambar. Cara membaca jangka sorong

Pada Angka yang diatas merupakan Skala Utama. Kita bisa lihat bahwa angka 0 terletak setelah 8.1 itu berarti Skala Utama Jangka Sorong adalah 8.1 cm. Lalu kita lihat angka yang dibawah , cari dari 10 garis yang tertera berhimpit posisinya atas dan bawah. Dari gambar tersebut garis yang berhimpit adalah garis yang kedua. Ini berarti Skala Nonius dari jangka sorong ini adalah : 2 cm x 0.01 = 0.02 cm.  Dan hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong diatas adalah : 8,1 cm + 0,02 cm =  8,12 cm atau 81,2 mm

Pada jangka sorong, ada bilah ukur yang terdapat pada bagian materis (mm) dam pembagian ukuran dalam INGGRIS (inchi). Pembagian – pembagian mencapai  sampai 0.1 mm dan 1/28” dan dapat dilakukan oleh pembagian nonius pada sarung sorong yang dapat digeser – geserkan.
Cara membaca pada ukuran inchi :
Bentuk inci ini ada yang pecahan dan ada yang desimal.
a.      Bentuk pecahan
Angka – angka yang terdapat pada mistar, misalnya 1-2-3 dst menunujukan angka 1”-2”-3” dst. Dari angka ke angka dibagi dalam 16 bagian sehingga satu bagian jaraknya 1/16.
Pada rumah geser terdapat garis – garis ukur yang jaraknya 7/16” dan terbagi atas 8 bagian. Selisih skala 1/16” – 7/128” = 1/128”. Jadi ketelitian jangka ini adalah 1/1/28”
Contoh :
Pada pengukuran 3/16” kedudukan garis – garis ukurnya adalah :
-          Garis 0 pada rumah geser segaris dengan garis ketiga pada mistar
-          Garis ke 8 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
Description: F:\Foto0614.jpg
Gambar. Cara membaca ukuran dalam inchi bentuk pecahan
b.      Bentuk Desimal
Jarak 1’’ pada mistar dibagi dalam 10 bagian sehingga 1 bagian yang berangka 1/10”. Dar angka ke angka (1/10”) dibagi dalam 4 bagian sehingga satu bagian 0.0025”.
Pada rumah geser dibagi dalam 25 bagian, 25 bagian ini jaraknya 0.6”. jadi satu bagian jaraknya 0.6 ; 25 = 0.024”. karenanya selisih antara itu 0.025” – 0.024” = 0.001”. jadi ketelitian jangka ini adalah 0.001 .
Description: F:\Foto0616.jpg
Gambar. Bentuk inci jangka sorong dalam desimal
Contoh :
Pada pengukuran 1.148”.
1.148” = 1 + 0.1 + 0.025 + 0.023.
Jadi petunujknya adalah :
Angka 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 1 dan ke 2 yang berangka, dan garis ke 23 segaris dengan salah satu garis pada mistar.
Description: F:\Foto0615.jpg
Gambar. cara membaca dalam inci bentuk desimal


Sumbuer buku
 “Teknologi Mekanik Hand Out Dan Alat Tangan”


       Macam – macam jangka sorong :                   
a.      Jangka Sorong Manual
Adalah Jangka sorong yang pembacaanya masih dengan cara yang manual.
Jangka sorong ini masih sering digunakan kerna harganya yang tidak esmahal jangka sorong digital maupun jangka sorong analog. Apabila menggunakan jangka sorong ini kita harus sangat teliti karena angka yang tertulis sangatlah kecil

Description: F:\dad.jpg
Gambar. Jangka sorong manual
b.      Jangka sorong analog
Adalah jangka sorong yang pembacaanya menggunakan jarum ukuran analog yang ditempel pada bagian muka (dengan stopper)
Description: F:\jangka analog.jpg
Gambar. Jangka sorong analog






c.       Jangka Sorong Digital
Adalah jangka sorong yang pembacaanya menggunakan display digital. Jangka sorong ini sangat teliti dan harganya juga relatif mahal, karena jangka sorong ini apabila sekali rusak maka tidak bisa digunakan lagi.
Description: F:\koe.jpg
Gambar. Jangka Sorong Digital


3.      Mikrometer
Mikoroketer adalah suatu alat ukur yang sangat teliti, digunakan pada pengerjaan – pengerrjaan  yang memerlukan ketelitian dan ketepatan, misalnya pada pekerjaan membubut, mengefrais dan lain sebagainya.
Macam – macam mikrometer :
a.      Mikrometer luar
b.      Mikrometer dalam
c.       Mikrometer kedalaman
a.      Mikrometer luar
Pada catatn kali ini akan di uraikan mengenai mikrometer luar dalam ukuran inci dan ukuran milimeter. Nama – nama bagian mikroketer adalah :
1.      Poros ukur tetap (landasan)
2.      Poros ukur bergerak (spindle)
3.      Pengunci (lock nut)
4.      Skala utama
5.      Tabugn ukur (sleeve)
6.      Skala putar (nonius)
7.      Tabung putar (timble)
8.      Silinder bergigi (recheet)
9.      Rangka (frame)
Description: F:\mikrometer04.jpg
Gambar. Bagian – bagian mikrometer

Pada bagian tabung ukur dan tabung putar terdapat angka – angka dan garis – garis ukur dan inilah yang akan menunjuka ukuran jatau nilai benda kerja yang di ukur.
Angka yang terdapat pada tabung ukur menunjukan ukuran milimeter, misalnya 0-510-15-20 dst.
Dari 0 – 5 jaraknya 5 mm. Demikian pula 5 – 10 = 5 mm, dst.dari angka e angka ini diagi menjadi lima bagian sehingga satu bagian jaraknya 1 mm. Pada bagian bawah garis – garis ini (ada kalanya letaknya diatas) adapula garis – garis ukur pebagi dua, artinya, antara garis atas dan garis bawah jaraknya 0.5 mm
Description: F:\IMG0198A.jpg
Gambar. Contoh dengan ukuran milimeter
Cara membaca mikrometer dengan ukuran inchi:
Pada tabung ukur hanya terdapat satu baris ukur, dari angka ke angka jaraknya 0.1” dan dibagi dalam empat bagian , berarti satu bagian adalah 0.025”. sedangkan pada tabung putar terdapat 25 garis ukur. Jika tabung putar diputar satu kali (misalnya dari angka 0 ke angka o lagi), maka poros geser akan bergeser 0.025”. Jadi berarti jarak antara garis yang satu dengan yang lainya pada sumbu putar adalah 0.025” : 25 = 0.001” langkah poros geser.
Description: F:\IMG0199B.jpg
Gambar. Cara membaca mikrometer dengan satuan inchi